Monthly Archives: April 2011

Cephas Photo Forum: Special presentation by Tomasz Tomaszewski

Cephas Photo Forum is honoured to host special presentation

by National Geographic photographer TOMASZ TOMASZEWSKI

 

Mr. Tomaszewski, a freelance photographer, was born in Warsaw, Poland, in 1953. He started his photographic career with Polish magazines and worked with Solidarity Weekly as well as the underground press.

His images have appeared in major magazines and newspapers around the world, including Stern, Paris Match, Geo, The New York Times, Time, U.S. News & World Report, Fortune, Vogue, Elle, Die Zeit, Focus, La Croix, and Capital, among many others. He is the author of Remnants: The Last Jews of Poland, Gypsies: The Last Once, In Search of America, In the Centre, Astonishing Spain, and A Stone’s Throw.

Mr. Tomaszewski is a regular contributor to National Geographic Magazine, which has published 18 of his photo-essays. His work has been exhibited in the U.S., Canada, Israel, Japan, Madagascar, the Netherlands, Germany, France, Italy, and Poland. He teaches photography in Poland, the U.S., Germany, and Italy.

In 1992 Mr. Tomaszewski’s work received honorable mention in the magazine news category of the Washington Journalism Review (now the American Journalism Review) awards.

 

http://www.tomasztomaszewski.com/gallery.html

 

Sunday, 1 May 2011 – 18.30

at Multiculture Campus Realino

Jalan Affandi (Gejayan), Mrican, Yogyakarta

(across SMA Gama & Circle K Mrican)

Map (via Google Maps) click here

Cephas Photo Forum: Showcase Presentation by MES56

 

Cephas Photo Forum

Presentasi showcase oleh MES56

 

 

Cephas Photo Forum kali ini mengundang teman-teman dari kelompok MES56 untuk mempresentasikan aktivitas dan projeknya. MES56 adalah lembaga nirlaba yang dibentuk di Yogyakarta pada 28 Februari 2002, hingga kini aktif di dalam bidang fotografi kontemporer. Dengan titik berat pada pendekatan eksplorasi, MES56 bertujuan mengembangkan wacana fotografi kontemporer di Indonesia.

Belum lama ini mereka merayakan hari jadi kesembilan dengan menyelenggarakan pameran, yang menampilkan karya empat orang anggota baru mereka. Selama sembilan tahun berproses di bidang fotografi, MES56 telah mencuri perhatian para pelaku dan pengamat fotografi dan seni, baik di Indonesia maupun dunia. Sejumlah anggota MES56 telah menjalani program residensi seniman di beberapa negara seperti Korea dan Singapura. Bahkan, baru-baru karya anggota MES56 telah menembus balai lelang Sotheby’s di Hongkong.

Di dalam kesempatan ini, MES56 akan berbagi pengalaman mereka selama sembilan tahun ini malang-melintang di bidang fotografi di dalam dua sesi. Sesi pertama lebih soal MES56 sebagai lembaga, sesi kedua tentang karya dan projek yang pernah dilakukan oleh para “MES boys”, di antaranya: Wimo Bayang, Anang Saptoto, Angki Purbandono, Jimbo Abel, Eko Bhirowo, Edwin “Dolly” Roseno, Akiq AW, Daniel Satria Koestoro, Woto Wibowo, Yudha Kusuma Putra “Fehung”, Arif Pristianto, Aderi “Pungky” Wicaksono, dan Andri “Abud” William.

 

http://www.mes56.com/

 

Geronimo Cafe

Jalan Kartini 1C, Sagan, Yogyakarta

(sebelah timur asrama mahasiswa Aceh)

Peta lokasi (Google Maps): klik di sini

Senin, 25 April 2011, 18.30

 

Acara ini terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya

 

Presentation Summary: Passion for Fashion by Vira Citra & Niken Pamikatsih

Budi N.D. Dharmawan for Cephas Photo Forum

 

Oleh: Saila M. Rezcan

 

Fotografi fashion merupakan genre fotografi di mana fotografer bebas untuk mengekspresikan ide-idenya seliar mungkin. Segala bentuk eksperimen terhadap pose, setting serta komposisi dapat dituangkan dalam fotografi fashion.  Di dalam forum regular Cephas Photo Forum kali ini, Niken dan Vira hendak membagi pengalamannya dalam belajar fotografi fashion. Saat ini keduanya merupakan siswa aktif di Kelas Pagi Yogyakarta (KPY), sebuah sekolah fotografi gratis untuk rakyat.

 

Budi N.D. Dharmawan for Cephas Photo Forum

 

Bertempat di Perpustakaan Literati, Perumahan Bima Kencana nomor 2, Condong Catur, forum dibuka dengan presentasi Niken mengenai projek tugas akhirnya di kelas fashion KPY. Saat itu ia mendapatkan tema autumn. Kemudian ia bercerita bagaimana ia memulai proses penggarapan tugas akhir tersebut sejak awal hingga eksekusi selesai. Diawali dengan mencari referensi, Niken menemukan foto yang menarik di sebuah majalah fashion. Dari foto tersebut ia mendapatkan inspirasi untuk tugasnya: ia ingin menampilkan tema wardrobe, make up serta setting bernuansa goldy. Dari situ ia menggali lagi konsep cerita yang ingin disampaikan dari berbagai set yang telah dipilih. Di dalam bayangannya, ia ingin fotonya bercerita tentang seseorang yang tersesat di hutan musim gugur. Setelah konsep jadi, langkah selanjutnya tentu saja melakukan persiapan-persiapan teknis dan eksekusi.

 

©Niken Pamikatsih

 

Berbeda dengan Niken, ide foto Vira justru berangkat dari keisengannya membongkar-pasang mainan Barbie. Saat itu yang terpikir oleh Vira hanyalah keunikan yang muncul jika kepala boneka Barbie dipasangkan dengan tubuh yang lain. Kebetulan saat itu sedang ada tugas untuk Pameran Halo #2 di KPY, sehingga ia lantas sekalian mematangkan konsep foto tersebut.  Vira menamai projek fotonya “Alter Ego”, di mana ia ingin menyampaikan berbagai obsesi masa kecilnya melalui foto-foto tersebut.

 

Budi N.D. Dharmawan for Cephas Photo Forum

 

Foto yang dipresentasikan oleh Niken lebih kurang berhasil menunjukkan kepada audiens apa yang ingin ia sampaikan dari tema autumn yang digarapnya. Berasal dari gagasan untuk memadukan autumn yang terkesan sepi dengan gold yang lebih memiliki kesan glamour, Niken berhasil membuat sebuah foto tunggal dengan model menggunakan kostum gaun malam berwarna emas serta setting hutan musim gugur yang menarik. Namun satu hal yang cukup disayangkan adalah, dengan setting dan persiapan “semahal” itu, Niken hanya membuat satu foto saja, tanpa ada stok lain. Ia mengaku hal itu terjadi karena memang kondisi saat itu tidak memungkinkan untuk memodifikasi setting kemudian membuat foto lain sebagai back up, saat itu ia harus berbagi alat, tempat, dan waktu dengan teman sekelompoknya agar semua dapat selesai satu hari saja.

Sedangkan dari foto-foto Vira, muncul banyak pertanyaan mengenai konsep. Terutama karena Vira berangkat dari visual terlebih dahulu baru kemudian merangkai-rangkai cerita dan benang merahnya. Foto-foto Vira terdiri dari tujuh buah foto. Tiga foto kepala Barbie yang disambung dengan tubuh kertas yang digambar, kemudian tiga foto tubuh Barbie yang disambung dengan kepala kertas yang juga digambar. Lalu foto terakhir memasukkan unsur manusia, yaitu seorang model yang berpenampilan persis dengan boneka Barbie yang sedang dia foto.

 

Alter Ego series ©Syevira Citra Hebrina

Alter Ego series ©Syevira Citra Hebrina

 

Sempat terjadi perdebatan tentang keharmonisan pola yang terdapat pada foto-foto Vira. Misalnya mengapa muncul kesan ritme yang melompat dari foto ke tiga dan ke empat, ada unsur yang tadinya selalu mirtip namun di foto ke empat tiba-tiba berbeda. Kemudian mengapa ada unsur manusia di akhir rangkaian foto Vira, yang kemudian terkesan melompat dari ritme awal. Vira mengakui bahwa ia memang berangkat dari visual baru merangkai cerita, mungkin tidak adanya pemantapan konsep kembali lah yang menyebabkan semua itu. Namun dari semua itu, sebenarnya projek ini masih sangat terbuka untuk diutak-atik lagi, sehingga tidak menutup kemungkinan nantinya ini akan menjadi projek yang lebih matang dan lebih menarik. Ya, bukankah kita memang tidak boleh berhenti belajar? Dan tentunya passion tidak akan membiarkan seseorang berhenti belajar. ■