Angkor Photo Workshop 2010 menjadi ajang berkumpul 31 fotografer muda dari seluruh penjuru Asia. Selama sekitar 10 hari pada bulan November mereka menetap di Siem Reap, Kamboja. Dalam pelatihan yang ke-6 ini, fotografer berpengalaman internasional memandu mereka untuk menghasilkan karya foto dokumenter. Mereka adalah Antoine D’Agata (Magnum), Olivier Nilsson (On Asia), Patrick de Noirmont (News-Pictures.com), dan Andrea Star Reese.
“If you have no idea about what to shoot, just go out and make some photos”
Pada hari pertama dimulainya pelatihan, Olivier Nilsson (On Asia) memberikan “perintah” pada sejumlah peserta Angkor Photo Workshop 2010 yang belum memiliki tema untuk dikerjakan. Padahal dalam seminggu pelatihan tersebut, mereka diwajibkan menghasilkan sebuah karya foto dokumenter. Layaknya fotografer yang mendapatkan penugasan, mereka diwajibkan menghasilkan foto setiap hari. Para fotografer diharuskan bekerja cepat mulai dari perencanaan hingga editing. Intuisi dan pendekatan artistik mereka harus diasah terus menerus. Ketika tutor berkomentar “It doesn’t work!” atau “so what?” berarti sebuah foto belum bisa dianggap “benar”. Foto cerita yang kuat merupakan sebuah perpaduan antara kelengkapan narasi dengan rangkaian foto yang runtut dan bervariasi.
Dua peserta Angkor Photo Workshop 2010 asal Yogyakarta, Suryo Wibowo dan Hermitianta Prasetya Putra akan berbagi cerita dari Siem Reap di Cephas Photo Forum.
=================
Hermitianta Prasetya Putra bekerja sebagai pewarta foto untuk harian
Radar Jogja (Jawa Pos).
http://hermitianta.wordpress.com/
Ign Suryo Wibowo setelah mengikuti kursus di Galeri Foto Jurnalistik Antara, menjadi stringer untuk Majalah TEMPO.
http://suryowibowo.blogspot.com/
Kelas Pagi Yogyakarta
Jl. Brigjen Katamso, Prawirodirjan, GM II/1226, Yogyakarta
Rabu, 26 Januari 2011, 18.30

