Monthly Archives: July 2010

Cephas Photo Forum Presentation: Felix E. Yudi & Harisinthu

Cephas Photo Forum menampilkan presentasi foto yang diangkat dari buku ABHAYAGIRI, yang menampilkan prosa karya Trie Utami dan foto-foto karya Felix E. Yudi dan Harisinthu.

==========================================

Dalam kesempatan ini kami akan membicarakan tentang persepsi kami (Felix, Sinthu, dan Trie Utami) tentang Keraton Ratu Boko lewat karya fotografi dan prosa. Bagaimana Boko yang dulu bernama ABHAYAGIRI menyimpan keindahan sekaligus misteri yang sampai kini masih belum terungkap.

Melalui sebuah buku fotografi yang berjudul: “ Abhayagiri Keraton Ratu Boko-Matahariku Rembulan” yang sudah diterbitkan oleh kelompok Gramedia grup. Kami mencoba menguak keindahan dan misteri boko tersebut.

Sebagaimana kita tahu bahwa Candi yang satu ini terletak di sebuah bukit, sekitar 3 km dari Candi Prambanan, dan 19 km dari kota Yogyakarta Luasnya kurang lebih 16 ha, yang mencakup dua desa di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Dawung dan Sambirejo.

Dari Situs itu sendiri ditemukan bukti tertua yang berangka tahun 792 Masehi berupa Prasasti Abhayagiriwihara. Prasasti itu menyebutkan seorang tokoh bernama Tejahpurnpane Panamkorono. Diperkirakan, dia adalah Rakai Panangkaran yang disebut-sebut dalam Prasasti Kalasan tahun 779 Masehi, Prasati Mantyasih 907 Masehi, dan Prasasti Wanua Tengah III tahun 908 Masehi. Rakai Panangkaran lah yang membangun candi Borobudur, Candi Sewu, dan Candi Kalasan. Meski demikian Situs Ratu Boko masih diselimuti misteri. Belum diketahui kapan dibangun, oleh siapa, untuk apa, dan sebagainya. Orang hanya memperkirakan itu sebuah bangunan keraton.

Walaupun begitu banyak dan beragamnya sisa-sisa bangunan ditemukan di sana, sampai sekarang fungsi Ratu Boko masih belum diketahui. Ada yang percaya bahwa bahwa Ratu Boko merupakan biara, atau sebuah tempat beristirahat dan rekreasi.

Prasasti-prasasti yang ditemukan pun agaknya sulit untuk dijadikan sebagai sumber untuk mengetahui fungsi candi yang satu ini. Tulisan-tulisan yang ditemukan di sana hanya menunjukkan bahwa Ratu Boko ada di masa antara abad ke-8-9. Prasasti yang berasal dari abad ke-8 umumnya berisi pendirian bangunan suci Buddha, sedangkan abad ke-9 berisi tentang pendirian bangunan suci Hindu sekali. Tapi karena tidak ada prasasti yang secara eksplisit menyebutkan fungsi dari setiap bangunan yang ada, maka Ratu Boko masih menjadi misteri sampai sekarang.

Akankah misteri ini terungkap?

(Felix, Sinthu, Trie Utami)

Presentation Summary: Holy Week by Gembong Nusantara

Tulisan berikut adalah rangkuman dari presentasi Cephas Photo Forum pada tanggal 14 Juli 2010. Foto dan tulisan oleh Gembong Nusantara, translasi oleh Kurniadi Widodo.

Republik Filipina adalah negara yang sekitar 95% dari populasinya ialah umat Kristiani. Karena ia mayoritas, perayaan Kristen diadakan secara besar-besaran. Salah satunya ialah hari Paskah. Hari Paskah adalah hari terbesar dan terpenting untuk umat Kristiani. Pada Paskah, umat Kristiani memperingati penyaliban Yesus Kristus di Calvary. Perayaan Paskah diselenggarakan selama seminggu, dimulai dengan Minggu Palma dan berakhir di Minggu Paskah.

Minggu Palma di Gereja Barasoain diadakan untuk merayakan kemenangan Yesus memasuki Yerusalam. Di peringatan Minggu Palma, umat Kristiani berkumpul di gereja dan merekonstruksi kejadian tersebut dengan menyebarkan daun palem dan pakaian di depan pendeta.

Perayaan dilanjutkan dengan berdoa di Kapel Kapitangan, Bulacan, Filipina. Selama tiga hari, umat Kristiani datang ke kapal untuk berdoa dan menyentuh Patung Suci Yesus Kristus. Antrian dari umat Kristiani yang ingin menyentuh Patung Suci dapat mencapai seribu orang bahkan lebih. Pada hari Rabu malam, Patung Suci dicuci dengan air suci dan pakaiannya diganti.

Selama tiga hari pula, beberapa umat Kristiani dari Kapitangan dan sekitarnya melakukan penebus dosa. Para penebus dosa menyakiti punggung mereka menggunakan pisau atau kaca. Lalu, lukanya dipukul menggunakan cambuk khusus secara berulang-ulang selama penebusan dosa. Di setiap perhentian, para penebus dosa dipukuli oleh siapapun yang ingin melakukannya.

Selama ritual penebusan dosa wanita-wanita menyanyikan doa pujian di depan tiga patung Bunda Maria. Doanya adalah pujian untuk Bunda Maria, Ibu Penyelamat dari umat manusia. Para wanita ini menyanyikan doa pujian secara bergantian selama 72 jam nonstop.

Sebagai puncak dari perayaan, diadakan penyaliban pada Jumat Agung. Penyaliban ini adalah penyaliban sebenarnya dengan menggunakan salib, palu, dan paku sungguhan pada kaki dan tangan sungguhan. Penyalibannya sendiri berlangsung selama dua atau tiga menit. Tahun ini adalah penyaliban terakhir bagi AlexieDionisio, 32 tahun, setelah 16 kali penyaliban. Bersama dengan AlexieDionisio, terdapat tiga orang lain yang akan disalib, salah satunya adalah seorang wanita, Len Len. Asalan dari penyaliban keduanya adalah karena AlexieDionisio mendapat pesan dari Tuhan melalui mimpinya, dan Len Len mendapat stigmata. Terlebih lagi, penyaliban adalah bukti bahwa penyelamatan adalah nyata. Alexie disalib pada sekitar jam 10.30 pagi dan kemudian pada jam 3 sore dia harus turun dari Salib dengan sendirinya. Tidak ada yang boleh membantunya.

Cephas Photo Forum Presentation: Gembong Nusantara

Rabu 14 Juli 2010 pukul 18.30 WIB
Angkringan Yayasan Umar Kayam (
lihat peta)
Perum Sawitsari I/3 Yogyakarta
____________________________________

Gembong Nusantara akan mempresentasikan rekaman rangkaian acara perayaan paskah di Filipina, yang dimulai dari Minggu Palma hingga Jumat Agung. Filipina adalah negara dengan mayoritas penduduk beragama Kristen, dan perayaan ritual Kristiani sangat meriah.

Di satu tempat, perayaan ini berasa istmewa karena ritual penebusan dosa dilakukan dgn cara yg unik; yakni dgn menyakiti diri sendri secara fisik.
Puncak acara dilaksanakan hari Jumat dimana drama penyaliban dilakukan persis dengan apa yang diceritakan dalam kisah penyaliban Yesus sendiri.

Gembong Nusantara adalah seorang lulusan Sastra Inggris di salah satu perguruan tinggi Yogyakarta, yang memilih jalur freelance dalam karir fotografinya dan fokus pada documentary and editorial photography. Gembong Nusantara juga adalah talent photographer untuk WIN-Initiative dan sekarang berdomisili di Yogyakarta.